News Update :
N.A.D. Diberdayakan oleh Blogger.
"Dan orang-orang yang apabila melakukan kejahatan atau mengianiaya dirinya sendiri, mereka lalu ingat kepada Allah, kemudian memohonkan pengampunan kerana dosa-dosa mereka itu. Siapakah lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa itu selain Allah? Dan mereka tidak terus-menerus mengulangi perbuatan yang jahat itu, sedang mereka mengetahui." (QS. Ali-lmran: 135)

Gerbang Rafah kembali ditutup otoritas Mesir

Sabtu, 12 Juli 2014




JALUR GAZA,Gerbang Rafah kembali ditutup otoritas Mesir. Perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir ini hanya dibuka satu hari untuk warga Palestina yang terluka karena serangan penjajah zionis ‘Israel’ yang hendak mencari pengobatan di luar Gaza. “Kami menerima perintah dari pemerintah Mesir untuk menutup kembali perbatasan Rafah setelah membukanya selama satu hari,” kata Iyad Al-Buzm, jurubicara Kementerian Dalam Negeri Gaza.

Warga Palestina berusaha melewati pagar agar bisa memasuki wilayah Mesir di perbatasan dekat Jalur Gaza di Rafah, 10 Juli 2014

Kementerian Dalam Negeri Gaza mengutuk keputusan Mesir tersebut. Pemerintah Gaza telah menyiapkan bus dan ambulans untuk mengangkut para korban yang terluka namun tidak berhasil membawa mereka keluar karena Rafah sudah ditutup kembali. Hanya sebelas warga Gaza yang berhasil keluar untuk mencari pengobatan saat Rafah dibuka kemarin.

Situasi ini semakin mempersulit kondisi Gaza dalam serangan penjajah selama empat hari ini. Operation Protective Edge yang dilakukan penjajah ini telah membunuh 116 dan melukai 670 warga Palestina. Brigade Asy-Syahid ‘Izzuddin Al-Qassam telah beri nama jihad ini sebagai Perang “Eaten Straw” yang berarti jerami atau dedaunan yang dimakan ulat-ulat. In syaa Allah, dengan pertolongan Allah dan kesabaran Gaza, zionis yang serang mereka akan jadi eaten straw atau dedaunan dimakan ulat.

Warga Palestina berusaha melewati pagar agar bisa memasuki wilayah Mesir di perbatasan dekat Jalur Gaza di Rafah, 10 Juli 2014


Seorang anak Palestina menangis di balik pagar perbatasan Rafah saat berusaha menyebrang ke wilayah Mesir bersama keluarganya di Jalur Gaza, 10 Juli 2014. Setidaknya 74 warga yang sebagian besar sipil terbunuh dalam serangan udara Israel.

Benarkah ISIS Akan Menghancurkan Ka’bah?



Operasi intelijen musuh-musuh Islam nampaknya kian kentara dalam melakukan pembusukan terhadap mujahidin Daulah Islamiyah Iraq dan Syam yang belum lama ini mendeklarasikan Khilafah.
Sejumlah media mainstream beberapa hari lalu sempat mengangkat pemberitaan bahwa ISIS akan menghancurkan Ka’bah. Amat disayangkan, beberapa media ‘berlabel Islam’ dengan latah ikut memberitakan tanpa melakukan kroscek.

“Seorang petinggi negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikabarkan telah melontarkan ancaman lewat akun Twitter-nya. Petinggi ISIS bernama Abu Turab Al Mugdassi itu mengancam organisasinya akan menghancurkan kota suci umat Islam sedunia, Mekkah, di Arab Saudi,” seperti ditulis Kompas, Kamis (3/7/2014).
Sumber pemberitaan tersebut berasal dari sebuah akun dengan foto profile bendera tauhid yang identik dengan Khilafah Islamiyah.

“Orang- orang pergi ke Mekah untuk menyentuh (tabaruk) batu, bukan karena ibadah kepada Allah, demi Allah jikalau kami berhasil menaklukkan Mekah akan kami hancurkan ka’bah.”
“Dalam waktu dekat –Insya Allah- dengan komando Syaikh Abu Bakar Al-Baghdady, akan kami bunuh para penyembah batu, dan kami hancurkan ka’bah, karena menjadi sesembahan selain Allah.”
“Maka jikalau, jawabanmu, (ke Mekkah ) karena Allah maka hal itu tidak mengapa, namun jikalau jawabanmu, karena batu, maka ini sangat kuat engkau seorang musyrik, pantas dibunuh.” Demikian tertulis dalam akun twitter Abu Turob Al-Maqidisi.
twitter abu turob al maqdisi
Setelah melakukan penelusuran, ternyata sosok Abu Turob Al-Maqdisi diduga kuat sebagai agen intelijen yang sedang melakukan operasi pembusukan, yakni dengan merusak citra Khilafah Islamiyah di tengah Umat Islam.

“Waspadalah terhadap munafiq bodoh Abu Turab Al maqdisi, memperburuk citra Daulah, singkap kejahatannya!

Semakin dekatnya pasukan Khilafah Islamiyah terhadap Yordania dan Negeri Alu Salul (Saudi), Antek- antek Alu Salul saat ini menjadi pengecut, mereka berusaha menyamar menjadi nama & akun sebagai pendukung Khilafah, kemudian menakut- nakuti manusia dan mengkafirkan serta mengumpat mereka, sehingga membuat orang- orang takut dan mengatakan ini “manhaj yang mengancam serta menyimpang, sebagaia contoh kalb (anjing, red.) yang menamakan dirinya dengan Abu Turab Al-Maqdisi,- semoga Allah membinasakannya dan ditimpakkan kepadanya penyakit kanker pada lisannya-,“ demikian imbauan dari sebuah forum jihad Internasional.

Salah seorang anggota dalam forum jihad internasional itu berkomentar bahwa itu merupakan ulah intelijen untuk mencitrakan bahwa Khilafah mengkafirkan seluruh kaum Muslimin (takfiri).
“Mereka itulah sebenarnya para intelejen dari Yordania dan Saudi, mereka sengaja menggambarkan bagi muslimin, bahwa Daulah Islam mengkafirkan muslimin, para ulama, masyayikh, dan mukhalifnya ( orang yang menyelisihinya). Semoga Allah melaknatnya,” kata ‘Adhu ‘Arabi, salah satu anggota forum.
Akhirnya, kebenaran pun tersingkap. Abu Turob Al-Maqidisi bukanlah mujahidin Daulah Islamiyah, apalagi seorang komandan. Ia diduga anggota intelijen, sebagaimana terungkap melalui akun twitternya sendiri.

“Disini anjing mata-mata Abu Turab, mengungkap jati dirinya sendiri karena kicauan twitter pertamanya, dan atas karunia Allah, ia lupa menghapus, sekarang ia datang menyamar sebagai pendukung/anggota Khilafah Islamiyah (ISIS) lalu mengkafirkan dan menakut- nakuti manusia” demikian sebagaimana dilampirkan foto dibawah ini.
abu turob al maqdisi agen intelijen
Semoga umat Islam bisa mengambil pelajaran untuk mewaspadai siapa saja yang mengaku mendukung Khilafah Islamiyah namun bertindak ekstrim di jejaring sosial. Sebab kemungkinan hal serupa sebagaimana di atas juga terjadi di negeri ini.

Pembaca pun harus semakin cerdas mengingat meningkatkatnya opini media yang menyoroti kekerasan, sikap ekstrim, takfiri dan tuduhan buruk lainnya yang selama ini dituduhkan terhadap Khilafah Islamiyah.

[AW/AH/Panjimas.com]

AS : Deklarasi Khilafah Islam Tidak Bermakna Apa-Apa!

Minggu, 06 Juli 2014




WASHINGTON, AS - Amerika Serikat (AS) mengatakan, deklarasi Daulah Islam Di Iraq Dan Syam (ISIS) menjadi Khilafah Islam yang wilayah kekuasaannya membentang dari Diyala di Iraq timur hingga Aleppo di Suriah Utara tidak bermakna apa-apa. Tentu saja ini sebuah pernyataan dusta, mengingat AS sangat mengkhawatiri bangkitnya system pemerintahan Islam, Khilafah Islam, yang merupakan sebuah kekuatan raksasa yang tengah bangun dari tidurnya. Allahu Akbar!

“Kami telah melihat kata-kata seperti ini sebelumnya dari ISIS,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki kepada wartawan, merujuk ke militan Negara Islam Irak dan Suriah. “Deklarasi itu tidak ada artinya bagi orang-orang di Irak dan Suriah,” kata dia. Ia menambahkan, kaum militan itu, yang kini menyebut kelompoknya dengan nama Negara Islam, sedang berusaha untuk mengontrol orang dengan ketakutan”.

Gedung Putih mengatakan, kaum militan yang menjadi ujung tombak serangan di Irak telah melancarkan sebuah “kampanye teror berupa tindak kekerasan dan ideologi represif yang menimbulkan ancaman serius bagi masa depan Irak.”

“ISIS tidak berjuang untuk Irak yang lebih kuat. ISIS berjuang untuk menghancurkan Irak. Itulah sebabnya mengapa Anda melihat AS bekerja sama dengan para pemimpin politik Irak untuk mendorong mereka menyatukan negara itu pada saat mereka menghadapi ancaman eksistensial ini,” kata Juru Bicara Josh Earnest.

Saat parlemen Irak dijadwalkan untuk mengadakan sesi pertemuan pada Selasa (1/7/2014) ini, Psaki mengatakan, Washington “terus mendesak para pemimpin Irak untuk mencapai kesepakatan pada titik kritis yang merupakan kunci” bagi pembentukan pemerintahan baru.

Kaum militant (Baca : Mujahidin ISIS), dalam sebuah rekaman audio yang dirilis secara online pada Minggu, mengatakan, kekhalifahan mereka akan mencakup wilayah mulai dari Aleppo di Suriah utara hingga Diyala di Irak timur. Mereka memerintahkan umat Islam di daerah-daerah itu untuk “mematuhi” dan setia kepada pemimpin baru mereka.

Kaum Mulimin kehilangan khilafah sejak tanggal 3 Maret 1924, di masa Turki Utsmani, sebagai akibat konspirasi agen Israel bernama Mustafa Kemal At-Taturk. Hampir 90 tahun kemudian barulah Khilafah Islam kembali tegak, tepatnya pada tanggal 1 Ramadhan 1435 H, bertepatan dengan tanggal 29 Juni 2014, yakni setelah dideklarasikan oleh ISIS yang kemudian menjadi Khilafah Islam. Allahu Akbar!

Alhamdulillah, Anggaran Seragam Polwan Berjilbab Disetujui

Sabtu, 05 Juli 2014



@polwan indonesia bertugas

 Komisi III DPR RI menyetujui anggaran untuk pengadaan seragam anggota Polwan yang ingin mengenakan jilbab pada saat melaksanakan tugas. Keputusan itu tertuang dalam RAPBN 2015 dan akan menjadi bagian dari mata anggaran sarana prasarana aparatur Polri.

“Kalau dulu pernah dipermasalahkan soal anggaran yang tidak ada, sekarang pada RAPBN 2015 sudah kita sepakati. Sekarang bola ditangan Mabes Polri. Kita tunggu realisasi penggunaan jilbab melalui SK Peraturan Kapolri,” kata Wakil Ketua Komisi III Al Muzammil Yusuf saat memimpin rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 2 Juli 2014, seperti diberitakan VIVAnews.

Ia menyebut dalam rapat kerja sebelumnya dengan Kapolri pada waktu itu Jenderal Timur Pradopo telah ditampilkan 62 contoh jilbab usulan sejumlah designer. Politisi Fraksi PKS ini menekankan bahan paparan dalam rapat itu seharusnya sudah menjadi dokumen resmi negara dan tinggal ditindaklanjuti oleh Kapolri Jenderal Pol. Sutarman.

 Sementara itu anggota Komisi III dari Fraksi PAN Taslim mempertanyakan kenapa Kapolri kembali membuat Surat Perintah Sprint terkait jilbab pada tahun ini padahal sudah pernah mengeluarkannya pada tahun 2013 lalu. “Apa beda Sprint No.1164 26 Juni 2013 dengan Sprint No.1063 17 Juni 2014 dan sejauh ini bagaimana perkembangan pembahasannya?” tanyanya.

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Venna Melinda menyampaikan dukungan dan meminta penjelasan terkait model jilbab yang akan digunakan oleh Polwan. Ia menyebut referensi jilbab dari sejumlah negara Eropa yang pernah dikunjunginya patut menjadi catatan.

“Saya dengar dulu pernah ada tim khusus yang ingin membuat designnya seperti apa. Saya rasa kita perlu bandingkan dengan negara lain, juga dengan Polwan di Eropa, yang saya tahu di Inggeris warnanya hitam sebagian ada yang di rancang tahan api,” ujar dia.

 Dalam penjelasannya Wakapolri Komjen Pol. Badrotin Haiti menjelaskan munculnya Sprint No.1063 2014 berkaitan dengan rencana Brimob untuk memiliki seragam model baru. Kapolri kemudian memerintahkan pembahasannya disatukan dengan proses penyiapan seragam bagi Polwan yang ingin mengenakan jilbab.
Pengadaan seragam polwan berjilbab ini masuk ke dalam program generik Polri. Berdasarkan prioritas RKP 2015 dan sasaran prioritas polri TA 2015, maka pagu indikatif Polri dijabarkan ke dalam 13 program yang terdiri atas 6 program generik dan 7 program teknis yang dilaksanakan oleh 1.230 satuan kerja di lingkungan polri.

@Polwan indonesia
“Khusus dalam program ini terdapat alokasi anggaran untuk pengadaan kelengkapan perorangan polri termasuk anggaran pengadaan seragam polwan berjilbab untuk polwan yang beragama islam sebanyak 10.546 orang (74,05 persen) dari jumlah total 14.242 orang polwan”, jelas Wakapolri Badrodin Haiti.
Dalam pertemuan tersebut ia juga memperkenalkan salah satu anggota rombongannya yang menjadi model Polwan dengan seragam berjilbab. Ia berharap dalam waktu tidak lama lagi Peraturan Kapolri tentang seragam dinas di lingkungan Polri sudah dapat diselesaikan.

“Kalau Peraturan Kapolri belum ada memang belum bisa dilaksanakan, yang pasti anggaran sudah disiapkan pada 2015 nanti. Dari 10546 anggota Polwan muslim itu kita sedang inventarisir berapa orang yang ingin berjilbab termasuk nantinya PNS Polri juga akan diatur di dalamnya, kalau indexnya sudah kita siapkan,” demikian ujar Wakapolri.

Istri berhijab "Teuku Wisnu:Alhamdulillah".

Jumat, 04 Juli 2014




Teuku Wisnu bangga dengan keputusan istrinya, Shireen Sungkar yang kini sudah berhijab. Tak hanya mendukung, ia juga kerap kali meminta agar istrinya mulai mengenakan hijab.

"Alhamdulillah bukan hanya sendiri, ada ustad juga yang mendukung. Memberi masukan juga meminta istri kita berhijab, contohi dulu mudah-mudahan keseharian kita bisa jadi contoh untuk istri," kata Wisnu di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (3/7).



 Mengingatkan istri bukan berarti Wisnu merasa dirinya sudah lebih baik. Dalam membina rumah tangga, ia ingin saling mengingatkan dalam kebaikan.

"Saya juga banyak kekurangan. Istri dan saya saling mengingatkan. Tugas saya sebagai seorang suami, pemimpin keluarga gimana membimbing Shireen. Alhamdulillah mudah-mudahan bisa jadikan Shireen baik. Mudah-mudahan bisa jadi step yang baik," paparnya.



Ditambahkan Shireen, dirinya juga belum mahir memakai hijab. Ia mengaku masih banyak belajar dari kakaknya yang lebih dulu mengubah penampilannya dengan hijab.

"Masih belum bisa, ini saja jarum pentul masih ke mana-mana. Masih bingung cara makainya. Kalau kakakku sudah lancar, jadi belum sempat yang belajar macam-macam," ujar Shireen.

Kisah Tabi’in Menghadapi Godaan Wanita Cantik





Atha’ bin Yasar dan Sulaiman bin Yasar adalah dua tabi’in bersaudara. Suatu ketika, bersama rombongan, mereka keluar dari Madinah untuk menunaikan ibadah haji.
Setibanya di Abwa’, Sulaiman dan rombongan yang lain meninggalkan Atha’ seorang diri di tenda. Tiba-tiba, seorang wanita yang sangat cantik mendatanginya. Atha’ mengira, wanita tersebut ada keperluan penting dan butuh bantuan.

“Adakah sesuatu yang bisa kubantu?” tanya Atha’ kepada wanita tersebut.

“Iya”
“Apa itu?”

“Suamiku telah lama meninggal dunia. Aku sudah lama tidak merasakan nafkah batin sebagaimana yang dulu kurasakan saat bersamanya. Maukah kau menemaniku bercinta?” mendengar ajakan ini, bukan kepalang kagetnya Atha’.

“Keluarlah dari sini. Jangan kau jerumuskan aku ke neraka!” kata Atha’ dengan nada keras.
Wanita cantik itu tak juga mau keluar. Ia terus merayu Atha’ untuk memenuhi ajakannya. Atha’ pun terus menolaknya.

Mendapati wanita cantik itu tak juga mau keluar meskipun Atha’ menolak dengan segala cara, Atha’ pun kemudian menangis. Sejadi-jadinya. Mendengar tangisan Atha’ yang semakin pilu, melihat air matanya yang bercucuran, wanita cantik itupun kemudian merasa iba. Dan entah kenapa tiba-tiba hilang hasratnya dan ia pun turut menangis.

Tak lama kemudian, Sulaiman masuk ke tenda. Mendapati kakaknya menangis sedih, dan ada wanita yang menangis pula, Sulaiman juga turut menangis. Ia merasa perlu ikut bersedih. Teman-teman serombongan juga mulai berdatangan ke tenda. Melihat Atha’ dan Sulaiman, mereka pun ikut menangis.

Mendengar banyak suara tangisan, wanita cantik itu sadar bahwa di dalam tenda kini telah banyak orang. Dan semuanya menangis. Ia pun lantas pergi meninggalkan tenda itu. Sementara Sulaiman, karena hormatnya pada Atha’, ia tidak berani menanyakan mengapa kakaknya tersebut menangis.

Hari demi hari berlalu. Musim haji telah lewat. Bahkan tahun pun berganti. Atha’ dan Sulaiman bepergian ke Mesir. Saat mereka bermalam, Atha’ terbangun di tengah malam sambil menangis.

“Mengapa engkau menangis, kak?” tanya Sulaiman yang terbangun mendengar tangisan kakaknya.
“Aku bermimpi sesuatu.”
“Bermimpi apa?”

“Aku minta kau tidak menceritakannya pada siapapun selagi aku masih hidup. Aku bermimpi bertemu Nabi Yusuf. Dalam mimpi itu aku menangis. Lalu Nabi Yusuf menyapaku, ‘mengapa engkau menangis?’ 

Aku menjawab, ‘Aku teringat kisahmu, saat engkau digoda istri Al Aziz (Zulaikha), engkau menolaknya. Hingga engkaupun dipenjara akibat peristiwa itu. Mengingat itu, aku menangis. Sungguh aku sangat kagum dengan kesabaranmu.

Lalu Nabi Yusuf menjawab, ‘Apakah engkau tidak kagum dengan seseorang yang menolak rayuan wanita cantik saat berada di Abwa?’ Kucoba mengingat-ingat. Ternyata yang dimaksudkan Nabi Yusuf itu adalah aku. Di saat itulah aku terbangun sambil menangis.”

“Peristiwa Abwa’ bagaimana wahai kakak?”
“Kau ingat, waktu dulu kita berangkat haji? Kita beristirahat di Abwa, lalu engkau dan teman-teman meninggalkanku seorang diri di tenda. Saat itulah datang seorang wanita cantik menggodaku…”


Atha’ menceritakan semuanya kepada Sulaiman. Dan Sulaiman pun menepati janjinya. Kisah ini tidak diceritakannya kepada siapapun hingga Atha’ wafat.

25 NABI YANG WAJIB DIKETAHUI

Kamis, 03 Juli 2014



 Nama - nama Nabi :
  • Nabi Adam a.s.
  • Nabi Idris a.s.
  • Nabi Nuh a.s.
  • Nabi Hud a.s.
  • Nabi Saleh a.s.
  • Nabi Ibrahim a.s.
  • Nabi Luth a.s.
  • Nabi Ismail a.s.
  • Nabi Ishaq a.s.
  • Nabi Ya’qub a.s.
  • Nabi Yusuf a.s.
  • Nabi Ayub a.s.
  • Nabi Zulkifli a.s.
  • Nabi Syu’aib a.s.
  • Nabi Musa a.s.
  • Nabi Harun a.s.
  • Nabi Daud a.s.
  • Nabi Sulaiman a.s.
  • Nabi Ilyas a.s.
  • Nabi Ilyasa a.s.
  • Nabi Yunus a.s.
  • Nabi Zakaria a.s.
  • Nabi Yahya a.s.
  • Nabi Isa a.s.
  • Nabi Muhammad SAW

Nama - nama Rasul yang mendapat gelar Ulul Azmi antara lain:
Ulul Azmi merupakan Nabi dan Rasul pilihan dari sekian banyak Nabi dan Rasul, gelar ini diberikan hanya kepada Nabi dan Rasul yang memiliki tingkat kesabaran dan ketabahan yang amat sangat luar biasa dalam menjalankan amanah Allah untuk menyebarkan agama Allah di muka bumi ini.

  • Nabi Nuh A.S.
  • Nabi Ibrahim A.S.
  • Nabi Musa A.S.
  • Nabi Isa A.S.
  • Nabi Muhammad SAW. 

MALAIKAT 10 BESERTA TUGASNYA




 Rukun iman dalam agama islam ada 6 (enam). Salah satunya adalah iman kepada malaikat. Iman kepada malaikat artinya meyakini bahwa Allah SWT memiliki malaikat-malaikat yang diciptakanNya. Ada 10 Malaikat yang wajib diketahui, sepuluh malaikat tersebut yaitu:
  1. Malaikat Jibril
  2. Malaikat Mikail
  3. Malaikat Israfil
  4. Malaikat Izrail
  5. Malaikat Munkar
  6. Malaikat Nakir
  7. Malaikat Raqib
  8. Malaikat Atid
  9. Malaikat Malik
  10. Malaikat Ridwan
Tugas-tugas dari para 10 malaikat tersebut yaitu:

  • Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu Allah kepada para nabi dan rosul. Malaikat Jibril adalah penghubung antara Allah SWT dengan nabi dan rosul-Nya.
  • Malaikat Mikail bertugas memberi rejeki kepada manusia
  • Malaikat Israfil bertugas meniup terompet sangkakala pada hari kiamat.
  • Malaikat Izrail bertugas sebagai pencabut nyawa
  • Malaikat Munkar dan Nakir bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan manusia di alam kubur tentang amal perbuatan mereka saat masih hidup
  • Malaikat Raqib bertugas mencatat segala amal baik yang dilakukan manusia
  • Malaikat Atib bertugas mencatat segala perbuatan buruk yang dilakukan manusia.
  • Malaikat Malik bertugas menjaga pintu neraka
  • Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu surga.

(Video) Bocah 5,5 Tahun Ini Hafal 29 Juz,TONTON PASTI TERHARU

Rabu, 02 Juli 2014



Ini bukan bocah dari Timur Tengah. Ini anak Indonesia asal Bangka, peserta Hafiz Indonesia 2014. Di usianya yang baru 5,5 tahun, Musa sudah hafal 29 juz, memasuki 30 juz. Hebatnya, hafalannya sangat bagus seperti di luar kepala. Sehingga ketika ia diuji oleh Syaikh Ali Jaber, Ustadz Amir Faishol Fath, dan sejumlah penonton, dengan lancar ia meneruskan ayat-ayat yang dibacakan kepadanya.

Ketika Ustadz Amir Faishol Fath diminta komentar oleh Irfan Hakim, beliau mengatakan sambil menangis, “Saya tidak punya bahasa.... Subhanallah...”. Beliau kemudian menghampiri Musa dan mencium tangannya sebagai penghormatan terhadap orang yang dimuliakan Allah dengan Al Qur’an. Tampak, Syaikh Ali Jaber juga menangis. Para penonton juga tidak dapat menahan air mata mereka.


Menteri Agama Harap Penentuan Awal Ramadan Diikuti Semua Pihak

Jumat, 27 Juni 2014

JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggelar sarasehan organisasi Islam dan para ahli astronomi untuk mencari titik temu awal Ramadan 1435 Hijriyah di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis, 26 Juni 2014.

Menurut Menteri Agama menentukan awal bulan Qamariyah, terutama Ramadan, Syawal dan Zulhijjah, menjadi tugas dan kewajiban pemerintah yang dilakukan Kementerian Agama.

"Sejak 1962, atas nama Pemerintah, Kemenag melakukan Sidang Isbat (penetapan) awal bulan. Di mana hasil hisab dan rukyat hilal, dikaji bersama. Baik oleh Kemenag, ormas Islam, perguruan tinggi, dan lain sebagainya, untuk memberi pertimbangan sebelum Menteri Agama mengambil keputusan," kata Lukman Hakin Saifuddin.

Menurutnya, pemerintah berkewajiban menetapkan satu Ramadan dan satu Syawal karena negara bertanggung jawab terhadap mayoritas umat Islam yang membutuhkan kepastian hukum dalam menjalankan ibadah puasa.

"Kita harapkan sarasehan ini ada titik temu mengenai metode penentuan dan penglihatan hilal sebagai tanda awal Ramadan dan Syawal. Sehingga tidak ada lagi perbedaan," kata Lukman.

Kata Lukman, keputusan Menteri Agama harusnya bersifat resmi dan mengikat, agar umat mempunyai kepastian dan tidak tercerai berai. Meski demikian, jika ada masyarakat yang berbeda dengan keputusan Pemerintah, Lukman sangat berharap agar perbedaan itu tidak menyebabkan konflik.

Diakui Lukman, dalam penentuan awal bulan Qamariyah, baik di Indonesia maupun di beberapa negara Islam, sering kali terjadi perbedaan. Dampaknya, rentan terjadi gesekan di masyarakat.

"Kita berupaya sedapat mungkin agar persamaan itu dicapai. Kalau tidak bisa juga, ya tentu masing-masing dari kita harus berjiwa besar untuk toleran," katanya.

Menurut dia, adanya perbedaan itu terjadi karena banyaknya sistem hisab yang berkembang di masyarakat dan kriteria-kriteria yang digunakan. Selain itu, kata dia, tidak bisa diingkari kaitannya dengan sisi sosial astronomis maupun sosial agama yang mengiringi penetapan tersebut.

Adapun sidang Isbat penentuan awal bulan Ramadhan tahun 1435H/2014M akan dilakukan pada Jumat besok 27 Juni.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sidang Isbat ini tidak akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi. Namun hasil sidangnya akan disampaikan langsung melalui konferensi pers secara terbuka, seusai pelaksanaan sidang. (viva.co.id)

ACEH

 

© Copyright N.A.D 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.