Operasi intelijen musuh-musuh Islam
nampaknya kian kentara dalam melakukan pembusukan terhadap mujahidin
Daulah Islamiyah Iraq dan Syam yang belum lama ini mendeklarasikan
Khilafah.
Sejumlah media mainstream
beberapa hari lalu sempat mengangkat pemberitaan bahwa ISIS akan
menghancurkan Ka’bah. Amat disayangkan, beberapa media ‘berlabel Islam’
dengan latah ikut memberitakan tanpa melakukan kroscek.
“Seorang petinggi negara Islam Irak dan
Suriah (ISIS) dikabarkan telah melontarkan ancaman lewat akun
Twitter-nya. Petinggi ISIS bernama Abu Turab Al Mugdassi itu mengancam
organisasinya akan menghancurkan kota suci umat Islam sedunia, Mekkah,
di Arab Saudi,” seperti ditulis Kompas, Kamis (3/7/2014).
Sumber pemberitaan tersebut berasal dari sebuah akun dengan foto profile bendera tauhid yang identik dengan Khilafah Islamiyah.
“Orang- orang pergi ke Mekah untuk
menyentuh (tabaruk) batu, bukan karena ibadah kepada Allah, demi Allah
jikalau kami berhasil menaklukkan Mekah akan kami hancurkan ka’bah.”
“Dalam waktu dekat –Insya Allah- dengan
komando Syaikh Abu Bakar Al-Baghdady, akan kami bunuh para penyembah
batu, dan kami hancurkan ka’bah, karena menjadi sesembahan selain
Allah.”
“Maka jikalau, jawabanmu, (ke Mekkah )
karena Allah maka hal itu tidak mengapa, namun jikalau jawabanmu, karena
batu, maka ini sangat kuat engkau seorang musyrik, pantas dibunuh.”
Demikian tertulis dalam akun twitter Abu Turob Al-Maqidisi.
Setelah melakukan penelusuran, ternyata
sosok Abu Turob Al-Maqdisi diduga kuat sebagai agen intelijen yang
sedang melakukan operasi pembusukan, yakni dengan merusak citra Khilafah
Islamiyah di tengah Umat Islam.
“Waspadalah terhadap munafiq bodoh Abu Turab Al maqdisi, memperburuk citra Daulah, singkap kejahatannya!
Semakin dekatnya pasukan Khilafah
Islamiyah terhadap Yordania dan Negeri Alu Salul (Saudi), Antek- antek
Alu Salul saat ini menjadi pengecut, mereka berusaha menyamar menjadi
nama & akun sebagai pendukung Khilafah, kemudian menakut- nakuti
manusia dan mengkafirkan serta mengumpat mereka, sehingga membuat orang-
orang takut dan mengatakan ini “manhaj yang mengancam serta menyimpang,
sebagaia contoh kalb (anjing, red.) yang menamakan dirinya
dengan Abu Turab Al-Maqdisi,- semoga Allah membinasakannya dan
ditimpakkan kepadanya penyakit kanker pada lisannya-,“ demikian imbauan
dari sebuah forum jihad Internasional.
Salah seorang anggota dalam forum jihad
internasional itu berkomentar bahwa itu merupakan ulah intelijen untuk
mencitrakan bahwa Khilafah mengkafirkan seluruh kaum Muslimin (takfiri).
“Mereka itulah sebenarnya para intelejen
dari Yordania dan Saudi, mereka sengaja menggambarkan bagi muslimin,
bahwa Daulah Islam mengkafirkan muslimin, para ulama, masyayikh, dan
mukhalifnya ( orang yang menyelisihinya). Semoga Allah melaknatnya,”
kata ‘Adhu ‘Arabi, salah satu anggota forum.
Akhirnya, kebenaran pun tersingkap. Abu
Turob Al-Maqidisi bukanlah mujahidin Daulah Islamiyah, apalagi seorang
komandan. Ia diduga anggota intelijen, sebagaimana terungkap melalui
akun twitternya sendiri.
“Disini anjing mata-mata Abu Turab,
mengungkap jati dirinya sendiri karena kicauan twitter pertamanya, dan
atas karunia Allah, ia lupa menghapus, sekarang ia datang menyamar
sebagai pendukung/anggota Khilafah Islamiyah (ISIS) lalu mengkafirkan
dan menakut- nakuti manusia” demikian sebagaimana dilampirkan foto
dibawah ini.
Semoga umat Islam bisa mengambil
pelajaran untuk mewaspadai siapa saja yang mengaku mendukung Khilafah
Islamiyah namun bertindak ekstrim di jejaring sosial. Sebab kemungkinan
hal serupa sebagaimana di atas juga terjadi di negeri ini.
Pembaca pun harus semakin cerdas
mengingat meningkatkatnya opini media yang menyoroti kekerasan, sikap
ekstrim, takfiri dan tuduhan buruk lainnya yang selama ini dituduhkan
terhadap Khilafah Islamiyah.
[AW/AH/Panjimas.com]

