News Update :

AS : Deklarasi Khilafah Islam Tidak Bermakna Apa-Apa!

Minggu, 06 Juli 2014




WASHINGTON, AS - Amerika Serikat (AS) mengatakan, deklarasi Daulah Islam Di Iraq Dan Syam (ISIS) menjadi Khilafah Islam yang wilayah kekuasaannya membentang dari Diyala di Iraq timur hingga Aleppo di Suriah Utara tidak bermakna apa-apa. Tentu saja ini sebuah pernyataan dusta, mengingat AS sangat mengkhawatiri bangkitnya system pemerintahan Islam, Khilafah Islam, yang merupakan sebuah kekuatan raksasa yang tengah bangun dari tidurnya. Allahu Akbar!

“Kami telah melihat kata-kata seperti ini sebelumnya dari ISIS,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki kepada wartawan, merujuk ke militan Negara Islam Irak dan Suriah. “Deklarasi itu tidak ada artinya bagi orang-orang di Irak dan Suriah,” kata dia. Ia menambahkan, kaum militan itu, yang kini menyebut kelompoknya dengan nama Negara Islam, sedang berusaha untuk mengontrol orang dengan ketakutan”.

Gedung Putih mengatakan, kaum militan yang menjadi ujung tombak serangan di Irak telah melancarkan sebuah “kampanye teror berupa tindak kekerasan dan ideologi represif yang menimbulkan ancaman serius bagi masa depan Irak.”

“ISIS tidak berjuang untuk Irak yang lebih kuat. ISIS berjuang untuk menghancurkan Irak. Itulah sebabnya mengapa Anda melihat AS bekerja sama dengan para pemimpin politik Irak untuk mendorong mereka menyatukan negara itu pada saat mereka menghadapi ancaman eksistensial ini,” kata Juru Bicara Josh Earnest.

Saat parlemen Irak dijadwalkan untuk mengadakan sesi pertemuan pada Selasa (1/7/2014) ini, Psaki mengatakan, Washington “terus mendesak para pemimpin Irak untuk mencapai kesepakatan pada titik kritis yang merupakan kunci” bagi pembentukan pemerintahan baru.

Kaum militant (Baca : Mujahidin ISIS), dalam sebuah rekaman audio yang dirilis secara online pada Minggu, mengatakan, kekhalifahan mereka akan mencakup wilayah mulai dari Aleppo di Suriah utara hingga Diyala di Irak timur. Mereka memerintahkan umat Islam di daerah-daerah itu untuk “mematuhi” dan setia kepada pemimpin baru mereka.

Kaum Mulimin kehilangan khilafah sejak tanggal 3 Maret 1924, di masa Turki Utsmani, sebagai akibat konspirasi agen Israel bernama Mustafa Kemal At-Taturk. Hampir 90 tahun kemudian barulah Khilafah Islam kembali tegak, tepatnya pada tanggal 1 Ramadhan 1435 H, bertepatan dengan tanggal 29 Juni 2014, yakni setelah dideklarasikan oleh ISIS yang kemudian menjadi Khilafah Islam. Allahu Akbar!
Share this Article on :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright N.A.D 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.